PROGRAM TRANSISI SEKOLAH KE DUNIA KERJA

Latar Belakang

Mengelola transisi dari dunia pendidikan ke dalam dunia kerja merupakan tantangan penting untuk lulusan sekolah. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki akses  informasi dan kesadaran bahwa ada peluang yang tersedia dan pilihan yang harus dibuat. Bimbingan karir mendukung pengambilan keputusan karir tersebut dan dalam banyak kasus memberikan keterampilan manajemen karir, memberdayakan individu untuk membuat keputusan baik  dan mandiri mengelola karir mereka. Oleh karena itulah, lembaga TVET menyediakan bimbingan karir yang akan memberdayakan siswa dan lulusan untuk mengambil keputusan karir, untuk lebih memanfaatkan strategis kesempatan belajar yang ada dan untuk menerjemahkan kualifikasi yang diperoleh dan pengalaman kerja ke dalam pekerjaan awal yang memberikan prospek pengembangan karir.

The SED-TVET melalui Bidang Kegiatan  yang ada dalam lembaga TVET memiliki keunggulan membantu SMK menjadi BETTER SCHOOL melalui Program transisi sekolah ke dunia kerja untuk siswa dan lulusan. Beberapa produk yang dikembangkan SED-TVET untuk mendukung SMK menjadi BETTER SCHOOL melalui Program transisi sekolah ke dunia kerja , antara lain materi ajar Kompas Masa Depan dan START (Materi Ajar bagi Guru SMK untuk Proses Transisi ke Dunia Kerja), sebuah instrumen berbasis portofolio membantu siswa dalam mengeksplorasi kekuatan dan minat mereka dalam interaktif dan partisipatif.
SMK Negeri 2 Adiwerna Tegal merupakan salah satu sekolah menengah dari program SED-TVET yang menerapkan dua produk tersebut yang dikembangkan oleh program SED-TVET. Saat ini SMK Negeri 2 Adiwerna Tegal memiliki 5 konselor dalam memberikan layanan konseling, termasuk bimbingan karir, dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai (misalnya tersedianya ruang konseling, fasilitas mengajar, koleksi buku atau informasi tentang orientasi kejuruan), yang akan membuat siswa secara proaktif menuntut layanan bimbingan karir dari konselor.

Motivasi dan kapasitas SMK Negeri 2 Adiwerna Tegal pada kenyataannya memiliki potensi besar untuk menjadi BETTER SCHOOL melalui Program transisi sekolah ke dunia kerja bagi siswa dan lulusan dengan menyediakan layanan / informasi kepada guru serta perusahaan mitra, menjadi pilot dalam ujicoba dan pilot dalam penggunaan instrumen (Kompas Masa Depan dan START) untuk sekolah-sekolah lain di Kabupaten Tegal atau Provinsi Jawa Tengah.

KOMPAS MASA DEPAN sebagai bagian dari Program TRANSISI KE DUNIA KERJA
bertujuan untuk membantu siswa mulai memikirkan pilihan masa depan dari sekarang.
Sebagaimana sebuah kompas yang berfungsi sebagai penunjuk arah dalam sebuah perjalanan, KOMPAS MASA DEPAN  akan membantu siswa untuk mengetahui minat, potensi serta pilihan yang mereka miliki dan merencanakan transisi siswa dari sekolah ke tahapan selanjutnya selepas SMK nanti. Tiga tahun lagi siswa akan lulus SMK. Sebelum kelulusan, siswa harus memutuskan apakah nanti akan bekerja, berwirausaha atau melanjutkan pendidikan. Jangan pernah berpikir bahwa saat ini, masih terlalu dini untuk mulai memikirkan keputusan tersebut. Pengambilan keputusan itu tidaklah mudah, terutama karena setiap pilihan memiliki dampak dan konsekuensi masing-masing yang akan menentukan jalan hidup  selanjutnya. Peran siswa sangatlah besar dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Siswa bertanggung jawab atas hidupnya sendiri termasuk untuk meletakkan dasar bagi karir masa depan. Keluarga, sekolah, konselor, guru pembimbing hanya dapat membantu dengan menyediakan informasi, memberikan arahan, dan berbagi pengalaman berharga, namun peran terpenting tetap berada di tangan siswa sendiri. Siswa- lah yang memutuskan bagaimana menggunakan informasi tersebut.

Pada KOMPAS MASA DEPAN terdapat berbagai kegiatan. Guru pembimbing, walikelas,
konselor sekolah akan meminta dan membimbing siswa untuk melakukan kegiatan tersebut.
Bila siswa melakukan kegiatan-kegiatan di KOMPAS MASA DEPAN dengan baik, maka siswa akan semakin mengenal kelebihan dan potensi yang mereka miliki.
Itulah manfaat terbesar yang akan siswa dapatkan.

Anda ingin MASA DEPAN ANDA SUKSES? Datang saja ke Ruang Bimbingan dan Konseling!

-PELAKSANAAN  BIMBINGAN & KONSELING  DI SMKN 2 ADIWERNA
1. Tujuan Konseling
a. Memberikan bantuan yang intensif dalam membina kemampuan, bakat, minat.
b. Memecahkan kesulitan yang dihadapi konseli.
2. Sasaran Konseling
a. Siswa yang mengalami kesulitan
b. Orang tua atau anggota keluarga
 
– PRINSIP-PRINSIP KONSELING
1. Menciptakan hubungan harmonis dengan anak
2. Adanya toleransi
3. Menciptakan situasi aman dan menyenangkan

-PENTINGNYA BIMBINGAN & KONSELING

BK selama ini terkesan hanya mengatasi siswa-siswa yang mempunyai masalah saja, padahal BK juga membantu tercapainya segala aspek perkembangan siswa. Baik aspek akademik, bakat dan minat, emosional, sosial dengan teman, penyesuaian diri di lingkungan yang baru, menemukan jati diri dan sebagainya, tentunya akan lebih baik jika diarahkan sejak dini agar tercapai segala aspek perkembangan siswa yang maksimal.

-MASALAH SISWA

1.    Masalah Keluarga antara lain :
a.     Masalah pribadi ( Kurang disiplin, merasa rendah diri, kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur, masih merasa malas dan lain-lain)
b.     Masalah sosial ( Kurang memahami tata karma pergaulan, merasa malu  berteman dengan lawan jenis, kurang menyenangi kritikan orang lain dan lain-lain)
c.     Masalah belajar ( Kurang memahami cara mengatasi kesulitan belajar, kurang memahami cara membagi waktu belajar, kurang menyenangi mata pelajaran tertentu, kurang memahami cara membaca buku yang efektif dan lain-lain)
d.     Masalah karir ( Kurang mengetahui cara memilih program studi, kurang mempunyai motivasi untuk mencari informasi tentang karir, masih bingung memilih pekerjaan, masih bingung memilih perguruan tinggi, dan lain-lain)

2.    Masalah Akademik antara lain :
pemilihan jurusan/konsentrasi, cara belajar, penyelesaian tugas-tugas, pencarian serta penggunaan sumber belajar, perencanaan pendidikan lanjutan, kesulitan belajar, dan lain-lain.
3.    Masalah Sosial Pribadi antara lain :
masalah hubungan dengan sesama teman, guru serta staff, pemahaman sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal, serta penyelesaian konflik.
4.    Masalah Karir antara lain :
pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, dan lain-lain.


About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like these